Cloud9vegas

Informasi Untuk Semua

negara dengan produksi nikel tertinggi

Saat ini popularitas kendaraan listrik terus menanjak karena kian diminati, begitu juga dengan produksi nikel yang semakin cerah di masa depan. Permintaaan komoditas hasil tambang ini terus tumbuh, hal tersebut tentu saja mendorong pemerintah bersemangan untuk terus menggenjot produksi.

Bahkan CEO dari Perusahaan Tesla, yani Elon Musk mengakui mengenai potensi nikel ini. Dia mengatakan nikel adalah tantangan terbesar produksi baterai mobil listrik di dunia.

Elon Musk pernah membuat tweet “Nikel menjadi tantangan terbesar untuk baterai (mobil listrik) secara volume besar dan jarak yang jauh. Australia dan Kanada melakukannya dengan cukup baik. Produksi nikel AS secara obyektif sangat buruk. Dan Indonesia yang terhebat”.

Negara dengan Produksi Nikel Terbesar

Lalu negara mana saja yang memiliki produksi nikel terbesar di dunia? Berikut ini adalah daftar negara dengan produksi nikel terbesar yang kami kutip dari https://ilmutambang.com, antara lain.

1. Indonesia

Indonesia selama ini menjadi tolak ukur oleh banyak pihak mengenai keseriusan sebuah negara untuk terjun ke tren hasil tambang nikel. Pada tahun 2019 lalu, dilaporkan bahwa penghasilan nikel bisa melampaui produksi minyak kelapa sawit. Total produksi nikel di Indonesia bisa mencapai 800.000 MT.

Jaraknya yang cukup terjangkau dengan China, tentu saja menjadi negara pemimpin dalam produksi manufaktir kendaraan elektronik, membuat proses ekspor komoditas ini menjadi sangat ideal. Selain itu Indonesia juga mempunyai cadangan nikel sebanyak 21 juta MT.

2. Filipina

Total produksi nikel di negara Filipina mencapai 420.000 MT, negara ini memang sudah terkenal sebagai salah satu negara dengan produksi niken top. Walaupun pada tahun 2017-2018 mengalami penurunan dari 366.000 MT menjadi 340.000 MT, pada tahun 2019 lalu Filipina mampu meningkatkan produksi nikelnya kembali.

Sama dengan Indonesia, dengan jarak yang cukup dekat dengan China membuat proses ekspor nikel menjadi ideal bagi Filipina. Tapi ada laporan yang mengatakan bahwa produsen pertambangan DMCI terbesar di Filipina, terancam mengalami penurunan karena kebijakan pemerintah untuk emnutup 2 lahan pertambangan.

3. Rusia

Negara yang ketiga adalah Rusia, total produksi negara ini mencapai 270.000 MT. Tapi pada wahun 2019 lalu, Rusia mengalami penurunan produksi. Dari yang awalnya 272.000 MT pada tahun 2018, turun menjadi 270.000 MT 2019.

Tapi menurut produsen nikel terbesar di Rusia, yakni Norilsk Nickel, melaporkan produksi nikel dengan tidak produktivitas yang baik. Laporan tersebut menyatakan bahwa total produksi nikel tahun lalu tumbuh 5% dari tahun ke tahun hingga menjadi 229.000 ton.

4. New Celedonia

New Celedonia yang wilayahnya merupakan kepemilikan negara Perancis ini melihat adanya peningkatan produktivitas tahun 2018 yang berawal dari 216.000 MT menjadi 220.000 MT. Tapi negara ini tidak mau mengekspor komoditas ini ke China dengan alasan untuk menyimpannya dan memperbaiki industri lokal.

Tapi pada Desember 2016, di bawah pemerintahan baru, kegiatan ekspor nikel ke China disetujui. Semnjak itu New Caledonia sudah mengumkan lebih dari 2 juta ton nikel ke China. Tapi sayangnya ekonomi dari wilayah ini terancam, hal tersebut dikarenakan terlalu bergantung dengan harga nikel.